SAP 1
Teknologi
Game, Bisnis dalam Game Komputer, 3D Engine dan Scene Graph (Ogre3D,
Processing, GameMaker, Unity3D, dll)
A. Teknologi
Game
Perkembangan
teknologi sangat berpegaruh terhadap perkembangan game, dimana perubahannya
akhir-akhir ini makin pesat berkembang. Pada sekitar awal dekade 80-an,
sebenarnya sudah ada persaingan ketat antar perusahaan game dalam memasarkan
produknya. Game yang populer dengan nama video game ini hanya bisa dimainkan
oleh satu atau dua orang pemain pada sebuah console. Pesawat televisi
dibutuhkan sebagai media tampilan. Jenis game-nya juga masih sangat sederhana
dengan grafik yang sangat kasar. Tampilannya mirip seperti game dari bahasa
program Java, yang bisa dimainkan di handphone sekarang ini. Perusahaan game
yang terkenal pada saat itu adalah Atari, Sega dan Nintendo.
Video game
atau Console game ini adalah sebuah bentuk dari multimedia interaktif yang
digunakan untuk sarana hiburan. Game ini dimainkan dengan menggunakan sebuah
alat yang bisa digenggam oleh tangan dan tersambung ke sebuah kotak alat atau
console. Alat yang digenggam tangan tadi dikenal dengan nama joystick. Isinya
adalah beberapa tombol-tombol sebagai kontrol arah maju, mundur, kiri dan
kanan, dimana fungsinya adalah untuk berinteraksi dan mengendalikan
gambar-gambar di layar pesawat televisi. Game ini juga biasanya dimainkan
dengan memasukan sebuah keping CD yang bisa diganti-ganti atau cartridge yang
harus dimasukkan ke dalam game console.
B. Bisnis
dalam Game Komputer
Saat ini
perkembangan games di komputer sangat cepat. Para pengelola industri game
berlomba-lomba untuk menciptakan game yang lebih nyata dan menarik untuk para
pemainnya. Hal inilah yang membuat perkembangan games di komputer sangat cepat.
Sehingga games bukan hanya sekedar permainan untuk mengisi waktu luang atau
sekedar hobi. Melainkan sebuah cara untuk meningkatkan kreatifitas dan tingkat
intelektual para penggunanya.
Perkembangan
ini terlihat dari banyaknya game center yang terus bermunculan, terutama yang
menyediakan jasa gameonline. Bukan tanpa alasan game online menjadi semakin
marak dan digandrungi, karena fasilitas online memungkinkan sebuah game dapat
dimainkan oleh 100 orang lebih secara bersama-sama dalam satu waktu.
Contoh untuk
bisnis dalam game komputer itu beragam. Seperti kita dituntut melakukan
pembayaran untuk game tersebut. Maksud dari pembayaran ini adalah bagaimana
perusahaan game online mendapatkan uang dari gamesnya. Bedasarkan kategori ini
games online dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
·
Pay Per
Item, game yang berada pada category ini merupakan game yang bisa diinstall
atau dimainkan secara gratis, dan game ini biasanya mengenakan biaya pada
pemainnya apabila pemainnya ingin cepat menaikkan level atau membeli barang
(item) langka yang tidak pernah dijumpai pada permainan. Jenis game seperti ini
yang paling dijumpai di Indonesia. Contoh: Gunbound, Ragnarok, Ghost
Online,dll.
·
Pay per
Play, game ini harus dibeli dan diinstal secara legal karena pada saat diinstal
game terebut akan mendaftarkan pemain ke internet langsung dan apabila yang
diinstal adalah program bajakan maka secara otomatis system akan memblokirnya.
Contoh: War of Warcraft,dll.
C. 3D Engine
dan Scene Graph
3D engine
adalah sistem perangkat lunak yang dibuat dan dirancang untuk menciptakan dan
mengembangkan gambar 3D, fungsionalitas inti biasanya disediakan oleh mesin
permainan mencakup mesin render (renderer) untuk 2D/3D grafis.
Konsep scene
graph merupakan inti dari Java3D. Sebuah scene graph merupakan g rafik yang
mempresentasikan geometri, material, dan pencahayaan. Scene graph dimulai dari
root dengan sebuah Virtual Universe dan mencakup transformasi serta geometri
untuk mendefinisikan objek di dunia maya. Secara garis besar, ada tiga tahap
fundamental yang diperlukan untuk menghasilkan objek 3D, yaitu:
-
Menciptakan objek Canvas3D
- Menciptakan
sebuah scene graph
-
Menghubungkan objek Canvas3D ke objek BranchGroup yang menunjuk root dari scene
graph
·
OGRE 3D
Objected-Oriented
Graphics Rendering Engine atau bisa disingkat dengan OGRE merupakan engine yang
object oriented & flexible 3D rendering pada game engine yang ditulis
dengan menggunakan bahasa C++ serta didesain agar mampu men-developer dengan
mudah kepada aplikasi produksi dengan menggunakan utility hardware-accelerated
3D graphic. Gambaran abstraknya OGRE menggunakan sistem library seperti
Direct3D & OpenGL, serta menyediakan sebuah dasar interface di dunia objek
dan class objek yang lebih tinggi.
OGRE hanya
digunakan untuk me-render. Dengan kata lain, fitur OGRE hanya khusus menangani
vector & matOix classes, memory handling, dan lain lain. Ini bukan lah
salah satu dari semua solusi dalam istilah game development/simulasi. OGRE
tidak menyediakan audio/physics support.
·
Processing
Processing
adalah bahasa pemrograman dan lingkungan pemrograman yang bersifat open source
yang digunakan untuk memprogram gambar, animasi, dan interaksi. Processing
digunakan untuk mengajarkan dasar-dasar pemrograman komputer dalam konteks rupa
dan berfungsi sebagai buku sketsa perangkat lunak dan alat produksi
profesional. Processing mengintegrasikan suatu bahasa pemrograman, lingkungan
pemrograman, dan metodologi pengajaran ke dalam sistem terpadu.
·
Game Maker
Game Maker
adalah software yang bisa membantu anda menjadi pengembang game komputer tanpa
menggunakan coding sedikitpun. Dapat digunakan untuk membuat 3 dimensi dan
Multiplayer. Game Maker dapat menjadikan hak penuh dari software (game) yang
anda buat termasuk dapat menjual game tersebut, bahkan bisa mendownload musik,
efek suara, gambar, script, serta background.
·
Unity 3D
Unity 3D
adalah sebuah game developing software. Dengan software ini, kita bisa membuat
game 3D yang seru. Game developer ini sangat mudah digunakan, dengan GUI yang
memudahkan kita untuk membuat derta mengedit script untuk menciptakan sebuah
game 3D. Selain bisa untuk build game PC, Unity juga dapat digunakan untuk
membangun game console seperti Nintendo Wii, PS3, Xbox 360, juga Ipad, Iphone,
dan Android. Namun masing-masing membutuhkan biaya lisensinya sendiri. Unity
kurang lebih sama dengan Blender game engine, namun unity lebih ringan dan
diintegrasi lebih dalam suasana grafik.
SAP 2
Desain Skenario, Script , dan Storyboard Game Komputer
Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik. Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia.
Permainan adalah kegiatan yang kompleks yang didalamnya terdapat peraturan. Sebuah permainan adalah sebuah sistem dimana pemain terlibat dalam konflik buatan, disini pemain berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam permainan merupakan rekayasa atau buatan, dalam permainan terdapat peraturan yang bertujuan untuk membatasi perilaku pemain dan menentukan permainan.
Game bertujuan untuk menghibur, biasanya game banyak disukai oleh anak - anak hingga orang dewasa. Games sebenarnya penting untuk perkembangan otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan melatih untuk memecahkan masalah dengan tepat dan cepat karena dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut kita untuk menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game juga bisa merugikan karena apabila kita sudah kecanduan game kita akan lupa waktu dan akan mengganggu kegiatan atau aktifitas yang sedang kita lakukan.
Bisnis dalam game komputer berkembang pesat seiring dengan berkembangnya teknologi canggih saat ini. Dahulu kita hanya dapat menikmati game yang tersedia di dalam komputer itu sendiri, seperti pinball dan solitaire. Namun sekarang sudah tersedia game online, dan juga games yang dapat didownload baik free maupun berbayar. Games berbayar juga merupakan bisnis karena sama saja dengan kita mengeluarkan uang untuk membeli sebuah barang. Games berbayar ini biasanya memberikan kepuasan tersendiri bagi pembelinya, karena terdapat fitur yang bagus di dalamnya.
Perkembangan lainnya ialah warung internet atau yang sering kita dengar dengan istilah warnet. Warnet kini identik dengan game online yang mereka sediakan, adapun game berbayar yang disediakan warnet sehingga kita hanya tinggal memainkannya. Baik anak kecil hingga orang dewasa mempunyai hobi bermain game online ini. Dengan menyediakan tempat, perangkat komputer yang lengkap, dan fasilitas pendukung lainnya, membuat gamers betah berlama-lama untuk bermain.
3d Engine merupakan suatu software yang digunakan untuk membuat game dengan fungsi sebagai renderer grafik 3D, physics engine, pengatur audio, scripting, animasi game, AI (Artificial Intelligence), networking, streaming, pengaturan memori, localization support, dan pengaturan grafik. Salah satu contoh 3d engine adalah Cry engine, Unity3D, Gamemaker dll. Dibawah ini merupakan contoh game menggunakan Cry engine ini adalah Crysis.
Scene Graph adalah struktur data umum yang biasa digunakan oleh aplikasi grafis editing berbasis vektor dan permainan komputer modern, yang mengatur representasi dari adegan grafis. Contoh programnya seperti Acrobat 3D, Adobe Illustrator, AutoCAD, CorelDRAW, OpenSceneGraph, OpenSG, VRML97, X3D, Hoops dan Open Inventor.
Disain Skenario, Script , dan Storyboard Game Komputer
Desain memiliki pengertian sebagai suatu pemikiran baru atas fundamental seni dengan tidak hanya menitik-beratkan pada nilai estetik, namun juga aspek fungsi dan latar industri secara massa, yang memang pada realitanya pengertian desain tidak hanya digunakan dalam dunia seni rupa saja, namun juga dalam bidang teknologi, rekayasa, dll. Ada 7 prinsip dalam desain yaitu; Keseimbangan, Kesatuan, Perbandingan, Urutan, Irama, Skala, .Fokus
Desain Skenario Game, Script, dan Storyboard
Dasar untuk pembuatan film adalah skenario, maka dasar untuk membuat game adalah design documents atau desain skenario game. Dalam desain dokumen ada ketentuan program game, grafik, tokoh, animasi, suara, dan musik. Yang merupakan gabungan dokumen yang mendiskripsikan secara kompleks semua segi game yang direncanakan.
Tidak ada patokan umum apa saja yang harus menjadi bagian design documents, karena ada banyak perbedaan tergantung proyeknya. Tetapi dalam satu hal semua dokumen sama, harus mendeskripsikan game secara kompleks maupun mendetail. Singkatnya, dalam struktur dokumen-dokumen ini seharusnya terdapat seluruh materi yang mencakup seluruh aspek game. Baru berdasarkan design documents yang lengkap bisa ditulis spesifikasi untuk rancangan engine atau modifikasi engine yang sudah ada, dan rencana produksi. Bagian akhir dari design documents adalah catatan-catatan desainer game, di mana dicantumkan misalnya ide-ide susulan atau perubahan yang dilakukan berdasarkan hasil tes, dan seterusnya.
Script adalah suatu uraian interaksi manusia dengan mesin yang membantu proses desain dan berfokus pada keperluan user yang berbeda sehingga dapat digunakan untuk aktivitas desain.
Storyboard adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah, dengan storyboard kita dapat menyampaikan ide cerita kita kepada orang lain dengan lebih mudah, karena kita dapat menggiring khayalan seseorang mengikuti gambar-gambar yang tersaji, sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide cerita kita.
Tujuan Storyboard yaitu sebagai panduan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya, mulai dari sutradara, penulis cerita, lighting dan kameramen memungkinkan seorang pembuat film untuk memprevisualisasikan ide-idenya Sebagai Alat untuk mengkomunikasi ide keseluruhan film menjelaskan tentang alur narasi dari sebuah cerita Berperan dalam pewaktuan (timing) pada squence, percobaan-percobaan dengan sudut pandang kamera, perpindahan dengan kesenambungan (countinuity) antara element-element dalam sebuah frame.
Artificial Intelligent pada Game
Decision Making: Decision Tree, State Machine dan Rule Systems
Artificial Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Game atau permainan dalam media elektronik merupakan salah satu aplikasi yang dapat mengandung kecerdasan buatan. Bermain game merupakan salah satu sarana pembelajaran. Dalam game kecerdasan buatan dapat terlihat dari bagaimana tingkah laku / behaviour yang dilakukan oleh game tersebut. Pada game yang memiliki kecerdasan buatan didalamnya maka game tersbut seolah-olah memiliki kemampuan layakmya manusia seperti dapat melihat, memukul, menghitung dan lain sebagainya.
Decision making yaitu suatu pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Decision making game merupakan suatu pemecahan masalah dalam pembuatan permainan dan menentukan solusi dari suatu masalah tersebut.
Decision Making bisa terjadi apabila mengalam 3 situasi diantaranya :
- Decision making under certainty. Misal: Linear Programming
- Decision making under risk (uncertainty). Misal: Maximax, maximin, dll.
- Decision making in conflict. Dengan Game Theory
Path Finding: Waypoints dan Path Finding , A* Searching, Dijkstra
Pathfinding adalah proses pencarian path tercepat dari titik asal ke titik tujuan dengan menghindari berbagai halangan sepanjang path yang ditempuh. Terdapat berbagai algoritma pencarian jalur yang dapat dipakai, sebut saja djikstra, A*, dsb.
Algoritma Dijkstra, (dinamai menurut penemunya, seorang ilmuwan komputer, Edsger Dijkstra), adalah sebuah algoritma rakus (greedy algorithm) yang dipakai dalam memecahkan permasalahan jarak terpendek (shortest path problem) untuk sebuah graf berarah (directed graph) dengan bobot-bobot sisi (edge weights) yang bernilai tak-negatif.
A* (dibaca "A bintang"/"A star") adalah algoritma pencarian graf/pohon yang mencari jalur dari satu titik awal ke sebuah titik akhir yang telah ditentukan. Algoritma A* menggunakan pendekatan heuristik h(x) yang memberikan peringkat ke tiap-tiap titik x dengan cara memperkirakan rute terbaik yang dapat dilalui dari titik tersebut. Setelah itu tiap-tiap titk x tersebut dicek satu-persatu berdasarkan urutan yang dibuat dengan pendekatan heuristik tersebut. Maka dari itulah algoritma A* adalah contoh dari best-first search.
Sebuah waypoint adalah titik acuan yang digunakan untuk keperluan navigasi dengan karakter dalam game. Paling umum digunakan dalam game strategi dan permainan berbasis skuad.
Arsitektur Game Engine
Arsitektur mesin game adalah system perangkat lunak yang dirancang untuk menciptakan dan pengembangan video game. Simplenya dari arsitektur mesin game itu adalah rancangan dari sistem perangkat lunak dari game itu sendiri.
Ada banyak mesin permainan yang dirancang untuk bekerja pada konsol permainan video dan sistem operasi desktop seperti Microsoft Windows, Linux, dan Mac OS X. Engine bukanlah executable program, artinya engine tidak bisa dijalankan sebagai program yang berdiri sendiri. Diperlukan sebuah program utama sebagai entry point atau titik awal jalannya program
Interaksi Fisik dalam teknologi Game:
Efek fisik dalama Game
Game konsol modern saat ini sudah dilengkapi dengan perangkat gerak yang melibatkan aktivitas fisik sehingga permainan video game dapat sekaligus melatih otot dan gerak selayaknya berolahraga, seperti halnya yang disediakan oleh konsol Nintendo Wii, PS3 Move, atau yang lebih canggih lagi, Xbox 360 Kinect.
Game – game yang melibatkan aktivitas fisik seperti game tinju, tennis, sepakbola dsb, yang mengharuskan anda untuk menggerakkan tangan dan anggota tubuh anda sesuai tema video game yang dimainkan. Untuk mendapatkan seperangkat konsol tersebut tidaklah perlu mengeluarkan kocek yang dalam. Ketiganya memiliki harga yang berlainan yang dapat disesuaikan dengan kocek anda.
Collision Detection
Algoritma untuk mendeteksi collision (tabrakan) sangat dibutuhkan untuk program game. Flash mulai versi 5 ke atas menyediakan method yang bernama hitTest untuk memeriksa apakah sebuah movie clip bertabrakan dengan movie yang lain. Sebelum method hitTest ini tersedia, seorang programmer Flash harus mendeteksi secara manual koordinat sebuah movie clip, apakah movie clip ini bertabrakan dengan movie clip lain. Cara ini sangat merepotkan karena harus mempertimbangkan pula ukuran movie clipnya.
User Interface pada Game Komputer
Sebuah Desain Interface/antarmuka pada suatu Game mempengaruhi kenyamanan dan sejauh mana user/pengguna meminati Game tersebut. Untuk itu kali ini saya akan membahas beberapa hal yang berhubungan dengan Desain Interface pada game.
Sebelum memasuki pembahasan berikutnya kita perlu mengetahui apa itu HUD. HUD adalah singkatan dari Heads-Up Display dan biasanya menunjukkan bar/kotak HP(Health Point) ataupun MP(Mana Point) dan biasanya muncul di atas kepala karakter. Fungsi HUD ini untuk memudahkan pemain mengetahui kondisi karakter dalam permainan.
beberapa elemen user Interface yaitu:
A. Non-diegetic: Desain Antarmuka yang diberikan sebagai tambahan di luar dunia game itu sendiri, hanya terlihat dan terdengar ke pemain di dunia nyata. Sehingga seakan-akan karakter dalam dunia game tidak melihatnya Contoh: Elemen HUD, kursor mouse, mini map, skills, dll.
B. Diagetic: Desain antarmuka yang termasuk dalam permainan game yaitu yang dapat dilihat dan didengar oleh karakter dalam permainan. Yang dimaksudkan pada antarmuka diagetic ini segala sesuatu yang terlihat terkecuali elemen-elemen non-diegetic seperti HUD, Kursor mouse, Informasi dari Komputer,dll Contoh: Interface dalam game Dead Space.(Full diagetic)
C.Spatial: Elemen User Interface yang disajikan dalam ruang permainan 3D dengan atau tanpa suatu entitas dari dunia permainan yang sebenarnya (diegetik atau non-diegetik). Outline karakter dalam Left 4 Dead adalah contoh dari non-diegetik User Interface spatial.
D. Meta: Gambaran yang bisa muncul dalam dunia game, namun tidak selalu divisualisasikan spasial untuk pemain.Contoh yang paling jelas adalah efek ditampilkan di layar, seperti percikan darah pada kamera untuk menunjukkan kerusakan. Contoh: Duty Calls- The Calm Before the Storm
Penampilan Grafik Scene game komputer:
Visibility
Pengertian Visibility merupakan tampilan grafik scene game pada komputer. Bagaimana sebuah game terlihat oleh user agar menarik dan berkualitas sehingga user menikmati game tersebut.
Biasanya pada video game terdapat istilah scene 2.5D. Sebenarnya istilah tersebut tidak berbeda jauh dari scene 2D (dua dimensi). Hanya saja 2.5D memiliki beberapa fitur tambahan berupa efek cahaya, bayangan dan sebagainya yang dibuat agar seakan-akan menyerupai scene 3D.
Biasanya gameplaynya memang mirip game 2D dimana kita hanya bisa bergerak secara horizontal dan vertical namun beberapa gambarnya di render secara 3D. Teori grafik 2.5D ini biasa juga disebut dengan pseudo-3D sedangkan pada istilah game lebih dikenal dengan isometric/diametric/trimetric projection.
Level of Detail
Dalam komputer grafis, akuntansi untuk tingkat detail melibatkan menurunkan kompleksitas representasi objek 3D seperti bergerak menjauh dari penampil atau sesuai metrik lainnya seperti objek penting, kecepatan sudut pandang-relatif atau posisi. Tingkat teknik detil meningkatkan efisiensi render dengan mengurangi beban kerja pada tahap pipa grafis, transformasi biasanya simpul. Kualitas visual berkurang dari model sering diperhatikan karena efek kecil pada objek muncul ketika jauh atau bergerak cepat.
Meskipun sebagian besar waktu LOD diterapkan untuk geometri rinci saja, konsep dasar bisa disamaratakan. Baru-baru ini, teknik LOD termasuk manajemen juga shader untuk tetap mengontrol kompleksitas pixel. Suatu bentuk tingkat manajemen detail telah diterapkan untuk tekstur selama bertahun-tahun, di bawah nama mipmapping, juga memberikan kualitas rendering yang lebih tinggi. Ini adalah hal yang lumrah untuk mengatakan bahwa “sebuah objek telah LOD’d” ketika objek disederhanakan oleh mendasari algoritma LOD-ing.
Game Berjaringan
Game Online atau sering disebut Online Games adalah sebuah permainan (games) yang dimainkan di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet). Sebuah game online adalah permainan video yang dimainkan selama beberapa bentuk jaringan komputer , menggunakan komputer pribadi atau konsol video game. Jaringan ini biasanya internet atau teknologi setara, tetapi game selalu digunakan apa pun teknologi yang saat ini:modem sebelum Internet, dan keras kabel terminal sebelum modem.Perluasan game online telah mencerminkan keseluruhan perluasan jaringan komputer dari jaringan lokal kecil ke internet dan pertumbuhan akses internet itu sendiri. Game online dapat berkisar dari yang sederhana lingkungan berbasis teks grafis game menggabungkan kompleks dan dunia maya dihuni oleh banyak pemain secara bersamaan. Banyak permainan online terkait komunitas online, membuat game online suatu bentuk kegiatan sosial di luar permainan pemain tunggal.
Perkembangan game online sendiri tidak lepas juga dari perkembangan teknologi komputer dan jaringan computer itu sendiri. Meledaknya game online sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan computer yang dahulunya berskala kecil (small local network) sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang. Games Online saat ini tidaklah sama seperti ketika games online diperkenalkan untuk pertama kalinya. Pada saat muncul pertama kalinya tahun 1960, computer hanya bisa dipakai untuk 2 orang saja untuk bermain game. Lalu muncullah computer dengan kemampuan time-sharing sehingga pemain yang bisa memainkan game tersebut bisa lebih banyak dan tidak harus berada di suatu ruangan yang sama (Multiplayer Games).
Lalu pada tahun 1970 ketika muncul jaringan computer berbasis paket (packet based computer networking), jaringan computer tidak hanya sebatas LAN saja tetapi sudah mencakup WAN dan menjadi Internet. Game online pertama kali muncul kebanyakan adalah game-game simulasi perang ataupun pesawat yang dipakai untuk kepentingan militer yang akhirnya dilepas lalu dikomersialkan, game-game ini kemudian menginspirasi game-game yang lain muncul dan berkembang. Pada tahun 2001 adalah puncak dari demam dotcom, sehingga penyebaran informasi mengenai game online semakin cepat.
SAP 3
Artificial Intelligent pada Game, Decision Making : Decision Tree, State Machine dan Rule System, Path Finding : Waypoints dan Path Finding, Path Finding : A* Searching, Dijikstra, Tactile, and Strategic AI
Artificial Intelligent pada Game, Decision Making : Decision Tree, State Machine dan Rule System, Path Finding : Waypoints dan Path Finding, Path Finding : A* Searching, Dijikstra, Tactile, and Strategic AI
Dalam ilmu
komputer kita mengenal yang namanya Artificial Intelligence. Artificial
Intelligence atau kecerdasan buatan adalah sebuah cabang ilmu komputer yang
berfokus pada pengembangan komputer agar komputer memiliki kemampuan layaknya
manusia. dimasa yang seba modern ini tentunya hampir semua teknologi tidak
terlepas pada yang namanya kecerdasan buatan, salah satunya pada teknologi
game.
Adapun beberapa AI pada game yang saya ketahui, diantaranya yaitu :
Adapun beberapa AI pada game yang saya ketahui, diantaranya yaitu :
- Decision Making: Decision
Tree, State Machine, dan Rule System.
- Path Finding
: Way Points dan Path Finding.
- Path Finding
: A* Searching , Djikstra, Tactile and Strategic AI.
- Dan Masih Banyak Lagi
Dari
beberapa AI yang telah saya sebutkan diatas, tidak semuanya akan saya bahas.
pada postingan kali ini saya membahas tentang Algoritma A* atau A star dan
Collision. Algoritma A Star atau A* sendiri merupakan algoritma terbaik dalam
pencarian terpendek dengan perhitungan terkecil pada jalur dengan simpul awal
menuju simpul akhir. Algoritma ini pertama kali dideskripsikan oleh Peter Hart,
Nils Nilsson dan Bertram Raphael pada tahun 1968. Sedangkan Collision adalah
sebuah pendeteksi apakah sebuah objek bertabakan pada objek lainnya.
Setelah kita membahas pengertian AI dan jenis-jenisnya, sekarang saya mengambil contoh kasus sebuah game sederhana menggunakan Algoritma A* atau A star dan Collision. disini saya mengambil contoh game ular atau Snake 3D. Game Snake 3D sangat cocok menggunakan Algoritma A* karena, pada permainan ular untuk menuju makanan yang dituju harus sebisa mungkin melalu jalan yang terpendek seperti pada Algoritma A Star. dengan algoritma A * komputer dapat menemukan makanan dengan jalan terpendek secara cepat dan efisien.
Pada Permainan Game Snake 3D kita membutuhkan yang nanya Collision. seperti yang kita ketahui dalam permainan game Snake 3D, sebuah pemain akan tamat apabila menyentuh objek yang tidak dikehendaki, nah si Collision ini berfungsi sebagai pendeteksi apakah sebuah objek bertabrakan atau tidak. pada game ini terdapat 4 deteksi tabrakan, yaitu :
Setelah kita membahas pengertian AI dan jenis-jenisnya, sekarang saya mengambil contoh kasus sebuah game sederhana menggunakan Algoritma A* atau A star dan Collision. disini saya mengambil contoh game ular atau Snake 3D. Game Snake 3D sangat cocok menggunakan Algoritma A* karena, pada permainan ular untuk menuju makanan yang dituju harus sebisa mungkin melalu jalan yang terpendek seperti pada Algoritma A Star. dengan algoritma A * komputer dapat menemukan makanan dengan jalan terpendek secara cepat dan efisien.
Pada Permainan Game Snake 3D kita membutuhkan yang nanya Collision. seperti yang kita ketahui dalam permainan game Snake 3D, sebuah pemain akan tamat apabila menyentuh objek yang tidak dikehendaki, nah si Collision ini berfungsi sebagai pendeteksi apakah sebuah objek bertabrakan atau tidak. pada game ini terdapat 4 deteksi tabrakan, yaitu :
- Deteksi
tabrakan ular dengan batas arena.
- Tabrakan
ular dengan penghalang jalan.
- Tabrakan
ular dengan tubuhnya sendiri.
- Tabrakan
ular dengan tubuh lawannya.
Kesimpulan :
Dalam ilmu komputer terdapat cabang ilmu yang namanya Artificial Intelligence yang mempelajari agar sebuah komputer dapat memiliki kemampuan layaknya manusia. ada banyak sekali jenis-jenis kecerdasan buatan salah satunya A* atau A Star.
Dalam ilmu komputer terdapat cabang ilmu yang namanya Artificial Intelligence yang mempelajari agar sebuah komputer dapat memiliki kemampuan layaknya manusia. ada banyak sekali jenis-jenis kecerdasan buatan salah satunya A* atau A Star.
SAP 4
Arsitektur Game Engine
Arsitektur Game Engine
Pengertian
Game Engine (Mesin Game)
Game Engine
adalah system perangkat lunak yang dirancang untuk menciptakan dan pengembangan
video game. Ada banyak mesin permainan yang dirancang untuk bekerja pada konsol
permainan video dan sistem operasi desktop seperti Microsoft Windows, Linux,
dan Mac OS X. fungsionalitas inti biasanya disediakan oleh mesin permainan
mencakup mesin render ( “renderer”) untuk 2D atau 3D grafis, mesin fisika atau
tabrakan (dan tanggapan tabrakan), suara, script, animasi, kecerdasan buatan,
jaringan, streaming, manajemen memori, threading, dukungan lokalisasi, dan
adegan grafik. Proses pengembangan permainan sering dihemat oleh sebagian besar
menggunakan kembali mesin permainan yang sama untuk menciptakan permainan yang
berbeda.
Engine
bukanlah executable program, artinya engine tidak bisa dijalankan sebagai
program yang berdiri sendiri. Diperlukan sebuah program utama sebagai entry
point atau titik awal jalannya program. Pada C++, entry point-nya adalah fungsi
‘main().’ Biasanya program utama ini relatif pendek. Game engine adalah program
yang ‘memotori’ jalannya suatu program game. Kalau game diilustrasikan sebagai
‘musik’ yang keluar dari mp3 player, maka engine adalah ‘mp3 player’ dan
program utama adalah ‘data mp3’ yang dimasukkan ke dalam mp3 player tersebut.
Dengan adanya engine, waktu, tenaga dan biaya yang dibutuhkan untuk membuat
game software menjadi berkurang secara signifikan. Beberapa game dengan jenis
dan gameplay yang hampir sama bisa dibuat dengan sedikit usaha bila terlebih
dulu dibuat engine-nya. Setelah engine diselesaikan, programmer hanya perlu
menambahkan program utama, memakai resources (objek 3D, musik, efek suara) yang
baru, dan, jika benar-benar dibutuhkan, sedikit memodifikasi engine sesuai
kebutuhan spesifk dari game yang bersangkutan. Program game engine seluruhnya
berorientasi objek. Dia lebih bersifat reaktif daripada prosedural. Sulit untuk
menggambarkan engine secara keseluruhan dalam flow-chart, karena alur program
bisa diatur sesuai dengan keinginan pemakai engine, yaitu game programmer.
Tujuan
Penggunaan Game Engine
Game engine
menyediakan seperangkat alat pengembangan visual di samping komponen software
digunakan kembali. Alat-alat ini umumnya diberikan dalam suatu lingkungan
pengembangan terpadu untuk mengaktifkan disederhanakan, perkembangan pesat dari
permainan dengan cara data-driven. Mesin pengembang Game upaya untuk
“pra-menciptakan roda” dengan mengembangkan suite perangkat lunak kuat yang
mencakup banyak unsur pengembang game mungkin perlu untuk membangun sebuah
permainan. Kebanyakan mesin permainan suite menyediakan fasilitas yang
memudahkan pengembangan, seperti grafik, suara, fisika dan fungsi AI. Mesin
permainan ini kadang-kadang disebut “middleware” karena, seperti dengan istilah
naluri bisnis, mereka menyediakan sebuah platform perangkat lunak yang
fleksibel dan dapat digunakan kembali yang menyediakan semua fungsionalitas
inti yang dibutuhkan, langsung dari kotak, untuk mengembangkan sebuah aplikasi
permainan sambil mengurangi biaya , kompleksitas, dan waktu-ke-pasar-semua faktor
penting dalam industri video game yang sangat kompetitif. Gamebryo dan
RenderWare adalah seperti program middleware banyak digunakan.
Seperti
solusi middleware lainnya, mesin permainan biasanya menyediakan abstraksi
platform, yang memungkinkan permainan yang sama untuk dijalankan pada berbagai
platform termasuk game konsol dan komputer pribadi dengan sedikit, jika ada,
perubahan yang dibuat ke kode sumber permainan. Seringkali, mesin permainan
dirancang dengan arsitektur berbasis komponen yang memungkinkan sistem tertentu
dalam mesin yang akan diganti atau diperpanjang dengan lebih khusus (dan sering
kali lebih mahal) komponen middleware game seperti Havok untuk fisika, Miles
Sound System untuk suara, atau Bink untuk Video. Beberapa mesin permainan seperti
RenderWare bahkan dirancang sebagai rangkaian dihubungkan secara longgar
komponen middleware permainan yang bisa selektif dikombinasikan untuk membuat
mesin khusus, bukan pendekatan yang lebih umum dari memperluas atau
menyesuaikan solusi terintegrasi yang fleksibel. Namun diperpanjang tercapai,
hal itu tetap menjadi prioritas tinggi dalam mesin game karena berbagai
kegunaan yang mereka diterapkan. Meskipun kekhususan nama, mesin permainan yang
sering digunakan untuk jenis lain aplikasi interaktif dengan kebutuhan grafis
real-time seperti demo pemasaran, visualisasi arsitektur, simulasi pelatihan,
dan lingkungan pemodelan.
Beberapa
mesin permainan hanya menyediakan 3D real-time rendering kemampuan bukan
berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh game. Mesin ini mengandalkan pengembang
game untuk melaksanakan seluruh fungsi ini atau merakit dari komponen
middleware permainan lainnya. Jenis mesin umumnya disebut sebagai “mesin
grafis,” “mesin render,” atau “mesin 3D” bukan meliputi lebih istilah “mesin
permainan.” Terminologi ini tidak konsisten banyak digunakan sebagai fitur
lengkap mesin permainan 3D disebut hanya sebagai “mesin 3D.” Beberapa contoh
mesin grafis adalah: Crystal Space, Genesis3D, Irrlicht, JMonkey Engine, OGRE,
RealmForge, Truevision3D, dan Visi Engine. Modern permainan atau mesin grafis
umumnya memberikan grafik adegan, yang merupakan representasi berorientasi
objek dari dunia permainan 3D yang sering menyederhanakan desain game dan dapat
digunakan untuk rendering yang lebih efisien dari dunia maya yang luas.
Tipe Game
Engine
Game engine biasanya datang dengan berbagai macam jenis dan ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrograman. Ada 3 tipe game engine yang ada saat ini, diantaranya :
1. Roll-your-own game engine
Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri. Mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari nol. Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (para developer) lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari sebelum penggunaannya karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.
2. Mostly-ready game engines
Engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar-benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja game-nya. Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat menghemat waktu dan biaya dari para developer game.
3. Point-and-click engines
Engine ini merupakan engine yang sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa merilis game point-and-click yang kamu banget. Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya.
Game engine biasanya datang dengan berbagai macam jenis dan ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrograman. Ada 3 tipe game engine yang ada saat ini, diantaranya :
1. Roll-your-own game engine
Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri. Mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari nol. Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (para developer) lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari sebelum penggunaannya karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.
2. Mostly-ready game engines
Engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar-benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja game-nya. Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat menghemat waktu dan biaya dari para developer game.
3. Point-and-click engines
Engine ini merupakan engine yang sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa merilis game point-and-click yang kamu banget. Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya.
Beberapa
Contoh Game Engine Open Source :
- 3Dgame
Studio
- Delta 3D
-
UnrealEngine
- Panda3D
- Torque
- Quake
Engine
SAP 5
Interaksi Fisik dalam Teknologi Game : Efek fisik dalam Game, Collision
Detection
Game konsol
modern saat ini sudah dilengkapi dengan perangkat gerak yang melibatkan
aktivitas fisik sehingga permainan video game dapat sekaligus melatih otot dan
gerak selayaknya berolahraga, seperti halnya yang disediakan oleh konsol
Nintendi Wii, PS3 Move, atau yang lebih canggih lagi, Xbox Kinect.
Game-game
yang melibatkan aktivitas fisik seperti game tinju, tennid, sepak bola, dan
sebagainya yang mengharuskan anda untuk menggerakkan tangan dan anggota tubuh
anda sesuai tema video game yang dimainkan. Untuk mendapatkan seperangkat
konsol tersebut tidaklah perlu mengeluarkan kocek yang dalam.
Berikut ini merupakan efek fisik positif pada game:
·
Mendorong
pola hidup sehat
Bermacam
video game menyatukan unsur bugar, nutrisi dan hidup sehat yang menjadi 'goal'
dalam tema video game tersebut. Bahkan banyak video game modern saat ini sudah
melibatkan simulasi olahraga selayaknya olahraga outdoor. Dengan memainkan game
tersebut akan membuat orang menjadi berkeringat yang tentunya akan menyehatkan.
·
Melatih
ketangkasan
Banyak video
game yang dibuat untuk melatih ketangkasan, konsentrasi, dan kejelian. Dengan
gabungan unsur tersebut akan membantu anak dan orang dewasa berpikir. Dengan
begitu, kepikunan dini pada otak dapat dicegah.
·
Membina
hubungan sosial & interaksi
Video game
saat ini sudah sangat berbeda dengan video game terdahulu, kala kita hanya bisa
terdiam di dalam kamar dan memainkan video game sepanjang hari tanpa interaksi
apapun. Sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini, memungkinkan pemain
game dapat melakukan interaksi jarak jauh kepada njorang lain di seluruh dunia
melalui media online atau internet yang sudah tersedia secara built-in pada
kebanyakan judul game saat ini.
·
Meningkatkan
kemampuan belajar
Video game
saat ini jauh lebih konteks dibandingkan dengan judul-judul game 20 tahun lalu,
yang mana mengharuskan kita untuk mengasah logika, strategi, teka teki hingga
emosi untuk menyelesaikannya. Para gamer umumnya dituntut untuk dapat mengambil
keputusan dan kendali untuk dirinya sendiri. Pemain juga harus memasukkan
perintah, kombinasi, kesabaran serta keputusan yang cepat untuk menghadapi
situasi yang disediakan pada level-level game yang kian beragam. Dalam hal ini,
akan membantu banyak aspek dalam kemampuan berpikir dan membuat keputusan dalam
kehidupan nyata.
·
Mengajarkan
sportivitas dan kerjasama
Peraturan
dan ketentuan yang ditetapkan dalam game-game online saat ini dituntut serta
mengajarkan hal tentang kerjasama antar kelompok. Kekompakkan serta nilai-nilai
keteraturan. Dalam hal ini tentu memiliki dampak positif tentang bagaimana kita
harus bekerja sama, menghargai nilai komunikasi, saling menguntungkan, bahu
membahu, dan lain lain untuk mencapai tujuan kita.
·
Mengalihkan
rasa sakit fisik dan mental
Bermain game
dapat mengalihkan perhatian dari kondisi fisik yang diderita saat itu. Bahkan
tidak sedikit yang melampiaskan kesedihan dan sakit hati yang mereka rasakan
dengan bermain game sepuasnya.
Collusion
Algoritma
untuk mendeteksi collision (tabrakan) sangat dibutuhkan untuk program game.
Flash mulai versi 5 ke atas menyediakan method yang bernama hiTest untuk
memeriksa apakah sebuah movie clip bertabrakan dengan movie yang lain. Sebelum
method hiTest ini tersedia, Flash harus mendeteksi secara manual koordinat
sebuah movie clip lain.
SAP 6
User Interface pada Game Komputer
User interface berarti tampilan antar muka pengguna. Jika didefinisikan secara sederhana User interface adalah penghubung atau mediator antar komputer dan manusia atau user komputer itu agar hubungan antara perangkat komputer dengan user bisa terjalin. User interface sangat berperan penting dalam dunia komputer karena dengan adanya user interface maka kemudahan user dalam mengoprasikan suatu perangkat komputer menjadi lebih mudah.
Desain user interface dalam game berbeda dari desain user interface lainnya karena melibatkan unsur tambahan fiksi. Fiksi melibatkan avatardari pengguna yang sebenarnya atau player. Sebuah desain interface pada suatu game mempengaruhi kenyamanan dan sejauh mana user atau pemain meminati game tersebut. Dalam user interface game, terdapat sebuah teori yang dikemukakkan oleh Erik Fagerholt dan Magnus Loretzon dari Chalmers University of Technology. Dalam tesisnya mereka menulis tesis tentang desain user interface berjudul Beyond the HUD – User Interfaces for Increased Player Immersion in FPS Games. Mereka memperkenalkan istilah berbagai jenis interface yang berkaitan dengan desain video game.
HUD itu sendiri kepanjangan dari Heads – up display, merupakan metode dimana informasi secara visul disampaikan kepada pemain sebagai bagian dari antarmukan pengguna permainan. Biasanya menunjukkan bar/kotak HP(Health Point) ataupun MP(Mana Point) dan biasanya muncul di atas kepala karakter. Fungsi HUD ini untuk memudahkan pemain mengetahui kondisi karakter dalam permainan.
Dalam desain antarmuka game terdapat beberapa elemen yang diantaranya adalah :
1. Diegetic
Elemen user interface yang diegetik ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris) sehingga pemain dan avatar dapat berinteraksi dengan mereka melalui visual, audible atau haptic. Elemen UI diegetik yang dieksekusi dengan baik dapat meningkatkan pengalaman narasi untuk pemain, memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan terintegrasi. Salah satu game yang mengimplementasikan elemen diegetic adalah Assassin’s Creed. Assassin’s Creed berhasil menggunakan banyak pola diegetic meskipun itu diatur dalam dunia sejarah karena pemain pemain menggunakan sistem virtual reality di masa depan. Jadi cerita sebenarnya futuristik daripada sejarah
2. Meta
Gambaran yang bisa muncul dalam dunia game, namun tidak selalu divisualisasikan spasial untuk pemain.Contoh yang paling jelas adalah efek ditampilkan di layar, seperti percikan darah pada kamera untuk menunjukkan kerusakan. Contoh: Grand Theft Auto 4 Berinteraksi dengan telepon di Grand Theft Auto 4 adalah contoh menarik. Ini meniru interaksi dunia nyata – Anda mendengar dering telepon dan ada penundaan sebelum karakter dan pemain menjawabnya. Elemen UI sebenarnya itu sendiri muncul pada pesawat hub 2D, jadi itu benar-benar elemen Meta, meskipun awal interaksi yang diegetik.
3. Spatial
Elemen User Interface yang disajikan dalam ruang permainan 3D dengan atau tanpa suatu entitas dari dunia permainan yang sebenarnya (diegetik atau non-diegetik).
Fable 3 adalah contoh di mana unsur-unsur spatial yang digunakan untuk memberikan informasi lebih kepada pemain dan mencegah mereka dari melompat ke layar peta. Jejak bersinar hampir cocok dalam fiksi mengingat kualitas estetika ajaib itu tapi karakter tidak dimaksudkan untuk menyadari hal itu. Ini memandu pemain ke tujuan berikutnya.
4. Non-Diagetic
Antarmuka yang diberikan di luar dunia game, hanya terlihat dan terdengar ke pemain di dunia nyata desain interface ini semuanya mengunakan visual heads-up display (HUD). semua menjadi sangat nyaman dengan penggunaan heads-up display (HUD) dalam permainan. Sistem ini memberikan informasi penting dengan cara yang cukup sederhana. Jika dilakukan dengan benar pemain bahkan tidak tahu itu ada. Mass Effect 3 menggunakan banyak Non-diegetik elemen UI untuk menginformasikan pemain senjata karakter dipilih dan kekuasaan – antara lain. Mengingat pengaturan futuristik itu saya tidak bisa membantu untuk berpikir jika beberapa informasi ini bisa telah terintegrasi ke dalam dunia game, narasi, atau bahkan keduanya.
SAP 7
Penampilan Grafik Scene game Komputer : Visibility, Level of Detail
Pengertian
Visibility merupakan tampilan grafik scene game pada komputer.
Bagaimana sebuah game terlihat oleh user agar menarik dan berkualitas sehingga
user menikmati game tersebut.
Biasanya
pada video game terdapat istilah scene 2.5D. Sebenarnya istilah tersebut
tidak berbeda jauh dari scene 2D (dua dimensi). Hanya saja 2.5D memiliki
beberapa fitur tambahan berupa efek cahaya, bayangan dan sebagainya yang
dibuat agar seakan-akan menyerupai scene 3D.
Biasanya
gameplaynya memang mirip game 2D dimana kita hanya bisa bergerak secara
horizontal dan vertical namun beberapa gambarnya di render secara 3D. Teori
grafik 2.5D ini biasa juga disebut dengan pseudo-3D sedangkan pada istilah game
lebih dikenal dengan isometric/diametric/trimetric projection.
Game bertipe
ini menggunakan 2 macam tipe pemodelan:
· 3
Dimensi object/model
ini
merupakan model/object 3D yang nantinya akan dijadikan sebagai karakter utama,
bangunan, object-object seperti senjata, musuh, permukaan tanah, pohon, dan
bukit. Object 3D seperti ini bisa dibuat dengan menggunakan program seperti 3DS
Max, Maya, Hash, dan Blender.
· 2
Dimensi graphic
Gambar 2D
juga berperan dalam membuat game ini yaitu sebagai texture untuk object,
sebagai latar belakang seperti langit dan pemandangan, sebagai meteran
untuk nyawa dan gambar untuk speedometer pada game racing.
Kegunaan 2.5D dalam game adalah sebagai pengaturan gerakan seperti golden
axe, double dragon, path finding yang biasanya cukup sederhana. Hal ini berguna
untuk mengikuti posisi pemain dan agar game lebih 'hidup'. Pada video game,
biasanya scene 2.5D ini lebih digunakan dalam visualisasi geografis (GVIS)
untuk membantu memahami representasi visual spasial-kognitif atau visualisasi
3D.
SAP 8
Game Berjaringan
Dalam
pembahasan game berjaringan terdapat dua kata yaitu GAME dan JARINGAN
dimana memiliki pengertian yang berbeda..
dalam penulisan kali ini akan membahas tentang Game Berjaringan..
satu per satu akan saya bahas sedikit banyak untuk memahami penulisan kali ini.
dimana memiliki pengertian yang berbeda..
dalam penulisan kali ini akan membahas tentang Game Berjaringan..
satu per satu akan saya bahas sedikit banyak untuk memahami penulisan kali ini.
bahasan
pertama adalah game.. apa itu game? Game merupakan
permainan yang menggunakan media elektronik,
merupakan sebuah hiburan berbentuk multimedia yang di buat
semenarik mungkin agar pemain bisa mendapatkan sesuatu sehingga
adanya kepuasaan batin dari psikologis seseorang.
permainan yang menggunakan media elektronik,
merupakan sebuah hiburan berbentuk multimedia yang di buat
semenarik mungkin agar pemain bisa mendapatkan sesuatu sehingga
adanya kepuasaan batin dari psikologis seseorang.
dalam game
terdapat objek berupa dua dimensi hingga tiga dimensi,
selain itu dalam game kita ketahui ada AI yang berfungsi sebagai alur
jalan lawan (komputer) untuk melawan apa yang kita (user) input atau jalankan.
selain itu dalam game kita ketahui ada AI yang berfungsi sebagai alur
jalan lawan (komputer) untuk melawan apa yang kita (user) input atau jalankan.
untuk jenis
game terdapat banyak jenisnya.. seperti game strategi, RPG,
FPS, hingga game action. semua jenis game sering kita jumpai sebagai media hiburan.
akan tetapi belakangan ini banyak berkembang game yang dibuat adpat membuat kita (user)
membuat kita ketagihan yang mengakibatkan lupa waktu.
FPS, hingga game action. semua jenis game sering kita jumpai sebagai media hiburan.
akan tetapi belakangan ini banyak berkembang game yang dibuat adpat membuat kita (user)
membuat kita ketagihan yang mengakibatkan lupa waktu.
selanjutnya
masuk dalam pembahasan jaringan,.. apa si jaringan itu?..
pengertian
umumnya adalah kumpulan sistem yang terdiri dari beberapa perangkat yang
saling terhubung untuk mendapatkan hasil tujuan yang sama.
dapat
dikatakan si perangkat-perangkat ini dihubungkan agar dapat terkoneksi satu
sama lain.
jaringan
dapat berupa sambungan yang terhubung ke dunia luas dengan
koneksi internet, dan ada juga jenis jaringan offline dimana kita hanya dapat
terkoneksi antar perangkat dengan sistem lokal area.
jadi, saat dimana ada suatu perangkat terhubung dengan perangkat lain,
kita dapat katakan disana terdapat jaringan, entah itu online atau offlne.
koneksi internet, dan ada juga jenis jaringan offline dimana kita hanya dapat
terkoneksi antar perangkat dengan sistem lokal area.
jadi, saat dimana ada suatu perangkat terhubung dengan perangkat lain,
kita dapat katakan disana terdapat jaringan, entah itu online atau offlne.
dari bahasan
pengertian dari GAME dan JARINGAN, dapat dikatakan bahwa
Game Berjaringan adalah suatu permainan dengan media elektronik yang dimainkan
dengan cara terhubung dengan user lain dengan memanfaatkan sebuah alat penghubung
jaringan agar dapat bermain game secara bersamaan dengan user lain yang berbeda
tempat, waktu, hingga kondisi dengan bantuan jaringan yang dapat menghubungkan atau
mengkoneksikan antar perangkat, entah itu device komputer atau perangkat lain untuk dapat
bermain game.
Game Berjaringan adalah suatu permainan dengan media elektronik yang dimainkan
dengan cara terhubung dengan user lain dengan memanfaatkan sebuah alat penghubung
jaringan agar dapat bermain game secara bersamaan dengan user lain yang berbeda
tempat, waktu, hingga kondisi dengan bantuan jaringan yang dapat menghubungkan atau
mengkoneksikan antar perangkat, entah itu device komputer atau perangkat lain untuk dapat
bermain game.
banyak
contoh dari Game Berjaringan. contoh dari Game Berjaringan adalah Dota.
game atau permainan Dota pada PC ini cara mainnya adalah dengan kita terhubung antar perangkat yang
menggunakan alat perantara seperti router atau yang lainnya yang dapat menguhubungkan sebuah
jaringan, bahkan kita dapat bermain secara lokal atau offline bersama teman-teman dengan memanfaatkan
jaringan.
game atau permainan Dota pada PC ini cara mainnya adalah dengan kita terhubung antar perangkat yang
menggunakan alat perantara seperti router atau yang lainnya yang dapat menguhubungkan sebuah
jaringan, bahkan kita dapat bermain secara lokal atau offline bersama teman-teman dengan memanfaatkan
jaringan.
contoh lain
dari Game Berjaringan adalah CS (Counter Strke) dimana game ini dapat kita
mainkan bukan hanya bermain sendir, tapi bahkan dapat kita mainkan beramai ramai
dengan teman-teman via jaringan lokal hingga online yang beda lokasi negara ataupun
benua yang baermain secara realtime bersamaan.
mainkan bukan hanya bermain sendir, tapi bahkan dapat kita mainkan beramai ramai
dengan teman-teman via jaringan lokal hingga online yang beda lokasi negara ataupun
benua yang baermain secara realtime bersamaan.
dalam Game
Berjaringan ini kita pasti akan akrab dengan yang namanya PING.
ping ini berperan dalam masalah real time atau ketepatan waktu pergerakan game dengan
perangkat lain. semakin besar ping maka semakin buruk, dan semakin kecil ping maka
akan semakin baik dalam bermain Game Berjaringan ini.
jadi, bila ping besar maka pergerakan game akan tidak sinkron dengan gerakan game lain.
jadi disarankan bila bermain Game Berjaringan kita disarankan untuk menggunakan jaringan
via kabel, karena bila kita gunakan jaringan via wireless maka akan banyak noise frekuensi
yang dapat merusak sinyal ping keselarasan pergerakan game. dengan demikian kita dapat
simpulkan bahwa untuk bermain Game yang Berjaringan unutk memakai internet atau jaringan
via kabel agar lebih stabil.
ping ini berperan dalam masalah real time atau ketepatan waktu pergerakan game dengan
perangkat lain. semakin besar ping maka semakin buruk, dan semakin kecil ping maka
akan semakin baik dalam bermain Game Berjaringan ini.
jadi, bila ping besar maka pergerakan game akan tidak sinkron dengan gerakan game lain.
jadi disarankan bila bermain Game Berjaringan kita disarankan untuk menggunakan jaringan
via kabel, karena bila kita gunakan jaringan via wireless maka akan banyak noise frekuensi
yang dapat merusak sinyal ping keselarasan pergerakan game. dengan demikian kita dapat
simpulkan bahwa untuk bermain Game yang Berjaringan unutk memakai internet atau jaringan
via kabel agar lebih stabil.
SAP 9
Pembuatan Game Komputer dengan menerapkan konsep AI pada sebuah game engine
Kecerdasan
Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur
dalam konteks ilmiah atauIntelegensi Artifisial (Artificial Intelligence atau
hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem
seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke
dalam suatu mesin komputer agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang
dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan
buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy,
jaringan syaraf tiruan dan robotika. Banyak hal yang kelihatannya sulit
untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah.
Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral,
membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia
kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk
direalisasikan dalam Informatika. Contoh media interaksi ialah:
Penglihatan
(vision)·
Suara
(voice).
ucapan
(speech)·
Gerakan
anggota badan ( gesture)
Contoh Game
Engine :
1. RAGE
Merupakan kependekan dari Rockstar Advanced Game Engine. RAGE telah dipakai oleh Rockstar untuk membuat game-game besar seperti GTAV. Bersifat proprietary.
2. Unreal Engine
Pilihan bagi para indie developer karena sifatnya yang bersifat freeware dan menjadi propietary jika ingin mendapatkan fitur tambahan (pro). Game yang telah dirilis menggunakan engine ini antara lain : Unreal Tournament, seri Gears of War, seri Mass of Effects, Medal of Honor : Airborne, dan Outlast.
3. CryEngine
Merupakan game engine yang dikembangkan oleh Crytek. Telah merilis berbagai game seperti seri Crysis dan Far Cry. Tetapi game engine ini sangat berat untuk kelas pc yang mempunyai spek rendah sehingga sering dijuluki “Cry engine make me cry”.
4. Anvil, Distrupt, Dunia, Jade, dan LyN
Merupakan game engine yang dikembangkan oleh Ubisoft, tentunya game-game keluarannya merupakan seri Prince of Persia, Tom Clancy, Assassin’s Creed, dll.
5. Frostbite
Terkenal setelah seri Battlefield menjadi game yang katanya game first-person shooter terbaik, menurut sebagian orang.
6. HPL Engine
Game engine ini terkenal dari seri game horor keluarannya, seperti Penumbra (Overture, Black Plague, Requiem) dan Amnesia (The Dark Descent, A Machine For Pigs)
7. Unity
Game-game keluarannya lebih sering menuju ke aplikasi dan game-game kecil. Tapi keunggulan tersendirinya adalah fleksibilitas dan bahasa yang digunakan lumayan mudah (C# dan JavaScript). Game horor keluaran Digital Happiness yaitu DreadOut yang notabene dibuat oleh anak bangsa dikembangkan oleh Unity. Angkot The Game mungkin juga dikembangkan oleh Unity. Game-game lainnya adalah Slender, Temple Run, Bad Piggies, dsb.
8. SAGE, W3D
Jika anda pernah memainkan game-game seri Command & Conquer maka game itu di buat menggunakan game engine SAGE. Versi awal dari SAGE adalah W3D yang dikembangkan oleh Westwood Studios. Sekarang, versi terbaru dari engine ini adalah SAGE 2.0 yang dikembangkan oleh Westwood Studios dan Electronic Arts Los Angeles.
9. Source Engine
Game engine ini lebih banyak digunakan dalam game genre fps. Dengan ini maka game-game yang dikeluarkannya adalah seri Counter Strike, Half Life, Portal, Left 4 Dead, dan The Stanley Parable.
1. RAGE
Merupakan kependekan dari Rockstar Advanced Game Engine. RAGE telah dipakai oleh Rockstar untuk membuat game-game besar seperti GTAV. Bersifat proprietary.
2. Unreal Engine
Pilihan bagi para indie developer karena sifatnya yang bersifat freeware dan menjadi propietary jika ingin mendapatkan fitur tambahan (pro). Game yang telah dirilis menggunakan engine ini antara lain : Unreal Tournament, seri Gears of War, seri Mass of Effects, Medal of Honor : Airborne, dan Outlast.
3. CryEngine
Merupakan game engine yang dikembangkan oleh Crytek. Telah merilis berbagai game seperti seri Crysis dan Far Cry. Tetapi game engine ini sangat berat untuk kelas pc yang mempunyai spek rendah sehingga sering dijuluki “Cry engine make me cry”.
4. Anvil, Distrupt, Dunia, Jade, dan LyN
Merupakan game engine yang dikembangkan oleh Ubisoft, tentunya game-game keluarannya merupakan seri Prince of Persia, Tom Clancy, Assassin’s Creed, dll.
5. Frostbite
Terkenal setelah seri Battlefield menjadi game yang katanya game first-person shooter terbaik, menurut sebagian orang.
6. HPL Engine
Game engine ini terkenal dari seri game horor keluarannya, seperti Penumbra (Overture, Black Plague, Requiem) dan Amnesia (The Dark Descent, A Machine For Pigs)
7. Unity
Game-game keluarannya lebih sering menuju ke aplikasi dan game-game kecil. Tapi keunggulan tersendirinya adalah fleksibilitas dan bahasa yang digunakan lumayan mudah (C# dan JavaScript). Game horor keluaran Digital Happiness yaitu DreadOut yang notabene dibuat oleh anak bangsa dikembangkan oleh Unity. Angkot The Game mungkin juga dikembangkan oleh Unity. Game-game lainnya adalah Slender, Temple Run, Bad Piggies, dsb.
8. SAGE, W3D
Jika anda pernah memainkan game-game seri Command & Conquer maka game itu di buat menggunakan game engine SAGE. Versi awal dari SAGE adalah W3D yang dikembangkan oleh Westwood Studios. Sekarang, versi terbaru dari engine ini adalah SAGE 2.0 yang dikembangkan oleh Westwood Studios dan Electronic Arts Los Angeles.
9. Source Engine
Game engine ini lebih banyak digunakan dalam game genre fps. Dengan ini maka game-game yang dikeluarkannya adalah seri Counter Strike, Half Life, Portal, Left 4 Dead, dan The Stanley Parable.
Untuk pembentukan Artificial Intelligence pada game ternyata
digunakan pula algoritma, yaitu jenis pohon n-ary untuk suatu struktur.
Implementasi pohon (tree) ini biasa disebut game tree. Berdasarkan game tree
inilah sebuah game disusun algoritma kecerdasan buatannya. Artificial
intellegence yang disematkan dalam sebuah game yang membentuk analisis game
tree biasanya merepresentasikan kondisi atau posisi permainan dari game sebagai
suatu node, dan merepresentasikan langkah yang mungkin dilakukan sebagai sisi
berarah yang menghubungkan node kondisi tersebut ke anak (child) sebagaimana
representasi suatu pohon (tree).
Namun, biasanya representasi langsung tersebut mempunyai kelemahan, yaitu
representasi data pohon akan menjadi sangat lebar dan banyak. Mungkin bagi
sebuah mesin komputer mampu melakukan kalkulasi sebanyak apapun masalah, namun
game tree yang lebar dan besar memberikan beberapa masalah, antara lain
konsumsi proses memori, kapasitas penyimpanan yang cukup besar dan kinerja yang
kurang pada konsol game berspesifikasi rendah. Karena itu dibentuklah beberapa
algoritma dan penyederhanaan bagi sebuah game tree.
Pada salah satu contoh game klasik, yaitu tic tac toe, penyederhanaan
dapat dilakukan dengan berbagai metode. Salah satu diantaranya adalah minimax.
Metode ini berhasil diterapkan dan memberikan nilai reduksi yang cukup
signifikan. Dan tidak hanya bisa digunakan secara monoton, minimax juga bisa
digunakan untuk game-game yang lebih rumit seperti catur, tentunya dengan
algoritma dan representasi berbeda.
Minimax yang merupakan salah satu metode penerapan (implementasi) pohon
n-ary pada suatu game, menandakan bahwa implementasi struktur (pohon khusunya)
sangatlah diperlukan pada pembuatan dan penerapan Artificial Intelligence, dan
tidak menutup kemungkinan ilmu dan metode baru yang lebih canggih akan
ditemukan di masa depan.Beberapa karakteristik dan batasan game untuk game
playing :
Dimainkan
oleh 2 ( dua ) pemain: manusia dan komputer. Para pemain saling bergantian
melangkah.
SUMBER REFERENSI :
http://eituzed.blogspot.co.id/2015/04/penampilan-grafik-scene-game-komputer.html
https://sylviaalfarina.wordpress.com/2015/04/22/user-interface-pada-game-komputer/
http://dinyfr.blogspot.co.id/2013/10/efek-fisik-dalam-game-dan-collision.html
http://ropiudin95.blogspot.co.id/2016/03/artificial-intelligence-pada-game.html
http://harrysetyobudi.blogspot.co.id/2016/03/pengantar-teknologi-game.html
https://ouroddworld.wordpress.com/2015/04/22/game-berjaringan/
http://hilmanzuhdie.blogspot.co.id/2015/06/pembuatan-game-komputer-dengan.html
http://zeprikuswandi.blogspot.co.id/2012/04/arsitektur-game-engine-mesin-game.html







